Jepang Memegang Rekor Jumlah Investasi Asing di Indonesia

969599969381959FE0E3E2E69E8DE0E3E2E3E0E2E3E69494E3E2E2E2-DSKDZO6567789022012014FF1000-PB1-2 『日本経済新聞』 Nikkei Newspaper 2014年1月22日朝刊    Translated by meraputi

Investasi asing di Indonesia meningkat 22% pada tahun 2013, sehingga menjadi jumlah investasi terbesar sepanjang waktu dengan jumlah 22,2 milyar dolar atau sekitar 270,4 Trilyun Rupiah. Didorong oleh keinginan perusahaan Jepang untuk menjual lebih banyak mobil dan barang-barang kebutuhan ke negara berkembang kelas menengah. Tahun 2013 lalu, Jepang berhasil melampaui Singapura menjadi sumber investasi asing terbesar bagi Indonesia untuk pertama kalinya dalam 7 tahun. Gelombang investasi Jepang meningkat secara drastis sebesar 90% (4,71 milyar dolar) dan merupakan 17% dari total investasi asing di Indonesia. Singapura berada di posisi kedua mendekati angka investasi Jepang dengan jumlah 16% diikuti Amerika dan Korea Selatan sebesar 9% dan 7% secara berturut-turut. Data tersebut menurut pengumuman dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), tidak termasuk bidang industri seperti keuangan dan minyak.

Otomotif Jepang memimpin di depan

20140122_unicharm_article_main_image[1]Produsen mobil dan suku cadang menyumbang kontribusi besar bagi pertumbuhan investasi Jepang. Banyak perusahaan Jepang seperti Toyota, Honda, dan Daihatsu Motor menggenjot produksi di pabrik-pabrik mereka di Indonesia dan menyerukan hal serupa kepada Perusahaan Jepang pembuat suku cadang. Pada tahun 2013, Indonesia membeli sekitar 1,23 juta kendaraan baru dari Jepang, hal ini mencetak rekor baru bagi Indonesia selama 4 tahun berturut-turut. Produsen mobil Jepang yang menyumbang 95% bagian pada pasar ini memposisikan diri mereka agar bisa seiring dengan pertumbuhan permintaan akan perluasan kelas konsumen di Indonesia. Pada saat yang bersamaan, Indonesia juga menunjukkan permintaan yang besar akan makanan, pakaian dan produk-produk rumah tangga. Berdasarkan keterangan dari BKPM, Investasi Singapura telah mengalami ekspansi dari pertambangan ke makanan dan produk-produk kebutuhan. Dengan hadirnya perusahan Jepang seperti Unicharm dan Asahi Group Holdings sepertinya akan semakin memperketat persaingan dalam pasar investasi di Indonesia.

Bagaimanapun juga, perusahaan asing dan Investor mempunyai alasan dalam mengambil tindakan dengan selalu waspada. Biaya tenaga kerja di Indonesia telah meningkat dengan cepat seiring dengan tuntutan para buruh akan gaji yang lebih tinggi, sementara melemahnya harga rupiah membuah semakin meningkatnya harga barang impor. Investasi asing langsung dari Singapura melemah 4% pada 2013 menjadi 4,67 milyar dolar, salah satu penyebabnya adalah dana dari perusahan-perusahaan barat dan Indonesia yang beroperasi di Negara kota tersebut. Melambatnya pertumbuhan ekonomi singapura diduga sebagai penyebab melemahnya investasi. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengharapkan pertumbuhan 15% dari tahun ke tahun dalam kombinasi investasi antara investasi domestic dan asing pada tahun 2014. Penurunan yang cukup besar dari tahun 2013 dengan pertumbuhan sebesar 27%. Dan data terbaru mengumumkan bahwa pertumbuhan Gross Domestic Product (GDP) berada di level 5,7% atau pertama kalinya dalam 4 tahun berada di bawah 6%.

コメントを残す

メールアドレスが公開されることはありません。 * が付いている欄は必須項目です